Senin, 08 Mei 2017

Puisi Nyamuk



Nyamuk

Nyamuk itu kelihatan kelaparan
Mungkin karena sangking laparnya, ia tak sanggup terbang
Tubuhnya terkapar di bawah lampu perempatan

Ia mendengung kepada siapa saja yang lewat
“Minta darahnya sedikit tuan, belum minum darah dua hari tuan”

Saking lemahnya, dengungan itu tak terdengar lagi di telinga tuan yang lewat.
Entah karena tuli atau pura-pura tak mendengar, tuan itu hanya lewat begitu saja

Nyamuk itu terus mendengung,
“Minta darahnya sedikit tuan, belum minum darah dua hari tuan”

Puisi Bunga



Bunga

Kata orang kau bagaikan bunga mawar
Mekar indah di tengah kota hingar-bingar
Semerbak harummu menenangkan suasana pelangganmu
Indah mekarmu menyejukan mata penggemarmu

Kuyakin di kota sudah jarang kau temui kumbang-kumbang
Yang ada hanyalah makelar-makelar kembang
yang setiap saat bisa menjualmu ke pria hidung belang

Sayang, ternyata kau bunga yang Jalang!